Mau nonton silahkan klik tulisan di bawah ini
YouTube
Kamis, 14 Februari 2019
Rabu, 13 Februari 2019
Sabtu, 22 Juni 2013
20 HAL PENTING TENTANG MANUAL MODE
1. ISO harus diatur dengan benar untuk mengontrol
seberapa sensitif sensor kamera akan cahaya. Ketika terang, gunakan ISO
rendah, ketika cahaya agak redup kamu bisa naikkan ISO sedikit (tapi hati-hati
dengan noise.)
2. WB atau White Balance adalah setting yang
digunakan untuk memastikan kamu mendapat tone putih dan abu-abu yang seimbang
dalam sebuah foto. Jenis pencahayaan yang berbeda bisa membuat area putih
dalam foto tampak berwarna. Lampu fluorescent bisa membuat kertas putih
tampak kebiruan. Lampu tungsten akan membuat area putih tampak
kekuningan. Kamera memiliki banyak pengaturan untuk White Balance, tapi
belajar menyesuaikan WB sendiri sesuai kebutuhan (custom mode) akan sangat
membantu.
3. Aperture mengontrol seberapa banyak cahaya
bisa masuk melalui lensa dengan menyesuaikan f-stop. Angka f-stop rendah
(misalnya 1,4) akan memasukkan banyak cahaya dan angka yang lebih besar
(misalnya 16) akan memasukkan lebih sedikit cahaya.
4. Shutter speed mengontrol seberapa lama sensor
terekspos cahaya. Angka shutter speed yang rendah akan memasukkan lebih
banyak cahaya tapi mungkin menyebabkan motion blur jika objeknya
bergerak. Shutter speed yang cepat (umumnya diatas 1/500 detik) baik
digunakan untuk menghentikan gerakan dalam keadaaan cahaya terang, sementara
shutter speed yang lebih lambat (lebih dari 1 detik) bisa digunakan saat cahaya
redup untuk menangkap lebih banyak detil tapi dengan kemungkinan muncul motion
blur .
5. Kamu tidak membutuhkan fokus manual untuk
pasangan manual mode. Manual mode berarti kamu memegang lebih banyak
kontrol atas kamera untuk menentukan bagaimana kamera menerima cahaya, tapi
fokus manual akan membutuhkan beberapa detik tambahan untuk mengatur cincin
fokus agar gambar tertangkap lebih tajam.Banyak fotografer yang menggunakan
auto fokus agar mereka bisa memotret dengan lebih cepat dan tidak kehilangan
momen.
6. Sebuah kamera yang canggih tidak berarti
membuat fotografer di belakangnya juga jadi canggih. Tapi seorang
fotografer yang hebat bisa membuat foto yang bagus dengan kamera apapun (bahkan
kamera ponsel!) Dengan belajar bagaimana memotret secara manual, kamu akan
mengenal kamera yang kamu punya dan bisa memanfaatkannya dengan maksimal.
7. Setiap kamera punya "sweet
spot". Yaitu titik dimana ia bisa menangkap gambar dengan
tajam. Kenali spot ini dengan memperhatikan foto yang kamu buat dan kenali
dimana titik istimewa ini.
8. Ketika memotret secara manual, tidak ada
indikasi berapa angka yang harus digunakan untuk shutter speed, aperture, atau
apapun. Anda yang menentukan sendiri seberapa banyak atau sedikit kamu
ingin menggunakan cahaya dalam fotomu.
9. Semakin tinggi ISO semakin tinggi pula
kemungkinan munculnya noise dalam foto.Tidak ada yang salah dengan itu,
beberapa fotografer bahkan suka dengan gaya "noisy" dalam fotonya. Tapi
kalau kamu tidak suka, berarti kamu harus mempertahankan ISO di angka rendah
kecuali kamu menggunakan kamera yang sangat bagus dengan toleransi ISO yang
tinggi.
10. Menyimpan foto dalam format RAW dan bukannya
JPEG akan membantu fotografer seandainya exposure atau white balance dalam foto
sedikit meleset. Sebuah foto RAW menyimpan semua informasi kamera yang
dibutuhkan untuk bisa diperbaiki kemudian di editor tanpa merusak foto aslinya.
11. Berlatihlah! Memotret dengan manual mode
memang tidak mudah, tapi akan mendorong kamu untuk mengenali kamera yang kamu
gunakan luar-dalam dan kamu akan menjadi fotografer yang lebih baik
karenanya. Jangan berharap foto-foto pertamamu akan tampak luar biasa,
karena latihan memang diperlukan.
12. Semua fotografer punya mode favorit (apakah
itu Aperture Priority dan sebagainya) tapi setiap fotografer yang baik mengerti
bagaimana memotret menggunakan manual mode karena itu adalah dasar yang akan
membawa mereka ke pengaturan lain yang nyaman untuk digunakan.
13. Jika objek dalam fotomu kurang terlihat tajam,
itu bukan karena tipe kamera yang digunakan (meskipun mungkin juga karena
shutter speed terlalu lambat) tapi karena jenis lensa yang Anda gunakan.
14. Banyak fotografer pernikahan dan spesialis
portrait menggunakan pengaturan aperture yang terbuka lebar, yang artinya
menggunakan angka f-stop terkecil agar bisa didapat background yang buram atau
bokeh dengan objek yang tajam di bagian depan. Untuk efek semacam ini,
pertahankan angka f-stop di 2,8 atau lebih kecil.
15. Langkah-langkah pengaturan manual: Pertama,
atur white balance. Kedua, atur ISO.Ketiga, atur aperture. Terakhir,
atur shutter speed.
16. Carilah buku-buku referensi fotografi untuk
mendapatkan lebih banyak inspirasi tentang memanfaatkan manual mode dan kamera.
17. Jika kamu butuh bantuan, jangan malu-malu
untuk bergabung dengan forum fotografi.
18. Buatlah beberapa foto percobaan. Kamera
akan merekam setting yang digunakan dalam file foto, jadi kamu tidak perlu
mencatatnya. Kamu bisa mencoba kameramu, kombinasikan beberapa pengaturan
berbeda dan lihat setting yang paling kamu suka dan cocok untuk mendapatkan
hasil yang diinginkan.
19. Kamu tidak akan mendapatkan foto yang bagus
setiap kali memencet tombol shutter.Akan ada banyak foto yang overexposed,
underexposed, kabur, dan sebagainya bila kamu belajar menggunakan manual
mode. Teruslah belajar.
20. Setelah kamu berhasil menguasai pengaturan
manual di kamera dSLR-mu, kamu bisa mulai dengan aksesoris lain, misalnya
external flash, untuk menambah pengetahuan fotografi manualmu.
Penulis:
allophelia
sudah menulis 179 posting di blog ini.
seorang photography enthusiast yang juga
senang menulis dan membuat self-portrait.tulisan-tulisannya bisa dibaca di
http://allophelia.wordpress.com & galeri fotonya ada di
http://www.flickr.com/allophelia
9 HAL DLM FOTOGRAFI DAN MENJADI DIRI SENDIRI
9 HAL DLM FOTOGRAFI
DAN MENJADI DIRI SENDIRI
Ada yang bilang
fotografi itu sesuatu yang bisa dipelajari semua orang dan tidak harus berbakat
untuk melakukannya. Ada yang bilang sebaliknya. Ada juga yang bilang
bahwa belajar fotografi bisa membangkitkan bakat yang tersembunyi. Setiap
dari kita punya cara pandang sendiri tentang dunia dan tidak semua orang ingin
mengungkapkannya tapi ada yang melukiskannya lewat fotografi. Tapi tidak
ada satupun dari kita yang bisa jadi seperti fotografer idola kita, karena pada
dasarnya semua orang unik; dan ini bukan tentang bagus atau tidaknya sebuah
foto.Juga, karena kita tidak mau jadi peniru.Kita punya gaya dan cara sendiri.
Kalau kamu masih
mencari "jati diri" dari foto-foto yang kamu ambil, mungkin tips
berikut bisa membantu:
1. Point Of Interest : Kamu bisa memilih beberapa objek yang
kamu suka. Kalau kamu cukup mengenal objeknya, akan lebih mudah untuk
mengungkap emosi dan arti yang lebih dalam dari objek tersebut, tapi bukan
berarti fotomu akan langsung menarik.Tantangannya ada pada membuat apa yang
biasa jadi terlihat luar biasa. Ini yang akan memberimu kepuasan dan
kenikmatan intelektual yang paling tinggi.
2. Gaya : Gaya berarti bagaimana kamu mengekspresikan cara
pandangmu. Ini adalah kombinasi dari metode, teknik, dan
teknologi. Ini adalah kombinasi kerja dari: teknologi yang dipilih, post
processing, cara memotret secara keseluruhan, objek, dan kondisi. Ini
adalah tentang membuat pilihan dan memaksimalkan hasilnya.
3. Belajar : Terbukalah untuk
belajar dari orang lain seperti juga kamu belajar dari pengalamanmu
sendiri. Jangan hapus foto yang gagal sebelum kamu memeriksa apa yang
salah. Jika memungkinkan, kembalilah ke tempat pemotretan dan coba
lagi.Aplikasikan pengetahuanmu tentang apa yang tadinya salah sampai kamu berhasil
menangkap esensi dari apa yang kamu inginkan. Ingatlah apa tujuanmu
memotret objek tersebut.
4. Peraturan : Peraturan dalam fotografi bukanlah yang
utama. Kalau kamu terus menerus memotret "berdasarkan peraturan dalam
buku panduan", maka kamu tidak akan jadi fotografer yang
orisinal. Misalnya, "rule of thirds" umumnya bagus digunakan
untuk beberapa objek, tapi bukan berarti harus diterapkan setiap kali
memotret. Sederhananya, bereksperimenlah!
5. Kritik : Kamu adalah kritikus paling menakutkan untuk dirimu
sendiri. Sangat penting untuk jujur pada dirimu sendiri dan juga pada orang lain
tentang hasil karya yang sudah dibuat. Cara terbaik adalah melihat semua
foto yang sudah kita ambil dan evaluasilah secara jujur. Foto yang luar
biasa hasil karya orang yang tidak kita suka tetaplah foto yang luar
biasa. Ingat hal itu. Ini adalah saat kamu harus
objektif. Begitu juga dengan foto hasil karyamu sendiri.
6. Inspirasi : Kita semua membutuhkannya. Beberapa dari kita
mencarinya. Beberapa yang lain menjadi inspirasi untuk orang
lain. Kita semua terinspirasi oleh seseorang atau sesuatu. Inspirasi
inilah yang membuat apa yang biasa menjadi luar biasa. Kita semua harus
sadar bahwa inspirasi bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Jadi
bersiaplah setiap saat.
7. Berlatih : Jangan selalu menunggu momen untuk datang padamu,
kadang-kadang kamu yang harus mencari dengan mata yang aktif. Perhatikan
hal-hal yang baru, berbeda, dan menarik. Berlatih sama pentingnya dalam
fotografi seperti juga dalam belajar bermain piano dan sebagainya. Setelah
waktu berlatih yang sangat lama, matamu akan terbiasa melihat seperti cara
lensa kameramu melihat dan membuat komposisi.
8. Ekspresikan dirimu : Kenapa kita memotret? Untuk saya,
sebagai penyaluran imajinasi dan cara terbaik menyimpan hal-hal indah yang saya
temui. Orang lain mungkin memilih bermain alat musik, menggambar, melukis,
menulis, dan banyak lagi.Kalau kamu memilih fotografi sebagai media untuk
berekspresi, maka kamu juga memilih untuk membagikan cara pandangmu yang unik
tentang dunia pada dunia itu sendiri.
9. Terakhir : Jadilah dirimu
sendiri. Meskipun kamu mengidolakan fotografer lain atau kamu masih
pemula, jangan jadi copycat. Terinspirasi bisa, tapi bukan berarti jadi
penjiplak. Memotret - bagi saya - bisa
jadi semacam meditasi. Dimana saya punya gambaran sendiri di kepala
yang ingin saya pindahkan ke dalam frame. Luangkan waktu untuk
melakukannya, dan kamu akan tahu kamu unik.
5 MITOS FOTOGRAFI YANG HARUS KAMU TAHU
5 MITOS FOTOGRAFI YANG
HARUS KAMU TAHU
Kita semua ingin
meningkatkan kemampuan fotografi dan mulai memotret dengan lebih
baik. Tapi, selain tips tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan
untuk menjadi fotografer yang lebih berpengalaman, ada juga beberapa hal dalam
dunia foto-foto ini yang hanya mitos belaka dan harus kamu tahu:
1. Kamu Harus Punya Kamera SLR Mahal Untuk Bisa Memotret Dengan Baik
Kamera SLR yang mahal
sudah pasti menawarkan lebih banyak fitur yang bisa membantumu mengkomposisi
foto yang bagus. Tapi, kenyataannya, keputusan kreatiflah yang membuat
sebuah foto jadi indah, bukan fitur kameranya. Jadi, kamu sesungguhnya
bisa memotret dengan kamera jenis apapun, tentu termasuk SLR, kamera saku,
bahkan kamera ponsel.Kunci untuk foto yang bagus adalah menangkap sebuah objek
secara kreatif dan imajinatif.Temukan cara pandangmu sendiri melalui lensa,
tidak perduli jenis kamera apa yang kamu punya.
2. Ada Pengaturan Exposure Yang Selalu Tepat
Sesungguhnya, tidak
ada pengaturan exposure yang benar atau salah saat kamu memotret
apapun. Semuanya kembali lagi ke tujuanmu memotret objek yang
bersangkutan. Misalnya, kamu bisa memotret obyek dengan banyak
cara. Apakah kamu ingin membuat objeknya diam? Maka bukalah apertture
selebar mungkin dan gunakan shutter speed sekitar 1/500 detik. Bagaimana
dengan motion blur? Gunakan shutter speed yang lebih lambat, sekitar 1/15
atau 1/30 detik. dan bukaan aperture yang lebih kecil. Gerakkan
kamera bersamaan dengan objek untuk mendapatkan foto objek yang tajam tapi
dengan background yang blur sehingga memberi kesan bergerak pada
foto. Tentukan apa yang ingin kamu sampaikan dan pilihlah pengaturan
kamera berdasarkan keputusan ini. Juga, kenali kamera yang kamu gunakan
dan bagaimana fiturnya bisa mempengaruhi foto yang akan kamu ambil.
3. Kamera Bisa Merekam Apa Yang Kamu Lihat
Mitos ini sangat
penting untuk diingat, karena tidak benar. Mata manusia adalah alat yang
sangat luar biasa; banyaknya cahaya dan warna yang bisa dilihat oleh mata tidak
terbatas.Kamera, sebaliknya, punya keterbatasan. Kamera menangkap warna
cahaya, dan tidak selalu warna asli dari benda yang difoto. Misalnya,
selembar kain berwarna biru yang difoto dibawah lampu fluorescent akan jadi
sedikit kehijauan. Juga, bayangan bisa muncul lebih tajam dalam foto dan
tampak seperti sebuah benda dibandingkan bila dilihat langsung oleh
mata. Ini sebabnya foto hitam & putih seringkali punya bayangan yang
tajam dalam komposisinya.
4. Ada Aturan Untuk Komposisi Dan Keputusan Kreatif
Fotografi adalah seni
dan suatu cara untukmu mengekspresikan diri. Karena itu, tidak ada aturan
dalam fotografi; yang ada hanyalah panduan yang bisa kamu pilih untuk ikuti
atau tidak. Orang yang belajar fotografi akan belajar teknik dari
fotografer sukses untuk tahu tentang apa yang membuat foto mereka jadi
hebat. Tapi, seperti bentuk seni apapun, inovasi dalam fotografi adalah
hal yang penting. Misalnya, peraturan tentang rule-of-thirds.Menurut
peraturan ini, kamu sebaiknya tidak menempatkan objek di tengah frame, tapi lebih
ke pojok kiri, kanan, atas, atau bawah. Tapi, tentunya masih sangat
mungkin untuk membuat foto yang indah dengan menempatkan objek tepat di
tengah-tengah frame. Panduan yang berbeda bisa berhasil jika diterapkan di
beberapa foto tertentu, tapi tidak di foto yang lainnya, jadi gunakanlah
insting artistikmu untuk memilih mana panduan yang cocok untukmu.
5. Kamu Harus Memotret Sesuatu Yang Indah Untuk Mendapatkan Foto Yang
Bagus
Keindahan ada di
sekeliling kita, tapi tidak selalu tampak jelas bila kamu ada di tempat barang
bekas dibandingkan bila kamu ada di taman. Kadang-kadang, pemandangan yang
paling indah justru muncul di foto-foto yang membosankan. Orang-orang
melihat sesuatu yang indah, seperti pegunungan atau air terjun, dan berasumsi
bahwa keindahan pemandangan itu akan dengan mudah berpindah ke foto mereka
nantinya. Mereka tidak mempertimbangkan objek atau berpikir tentang elemen
komposisi lain seperti pengaturan kamera dan pencahayaan. Fotografer yang
baik bisa mengubah sesuatu yang biasa-biasa saja jadi foto yang menarik atau
seni yang emosional. Juga, gunakanlah objek-objek yang berbeda di dalam
foto-fotomu untuk menciptakan harmoni. Temukan keindahan dalam apapun yang
kamu bidik, dan bagikan keindahan itu melalui foto.
Penulis:
allophelia
seorang
photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait.tulisan-tulisannya bisa
dibaca di http://allophelia.wordpress.com & galeri fotonya ada di
http://www.flickr.com/allophelia
Kamis, 31 Januari 2013
KISAH TRAGIS SANG FOTOGRAFER
Kata orang hidup ini bagikan roda, roda yang yang selalu berputar, begitu juga kehidupan manusia, akan berubah dan tak bisa dihindari.Kemapanan hari ini belum tentu bisa bertahan sampai esok Kekurangan hari ini siapa tau akan menjadi awal kesuksean .. Lebih baik berangkat dari segala kekurangan namun mau melalukan perbaikan. Tidak kenal menyerah serta mau memaksimalkan apa yang dimiliki . Selalu melihat kedepan dan mensiasati apa yang akan terjadi. Barangkali itulah cara yang terbaik agar kita tak tergilas jaman.Tak perlu menghindari tantangan , karena tantangan itu datang untuk diatasi bukan untuk dihindari dan menempa kita jadi manusia tangguh.
Sekelumit cerita dibawah ini bukan bermaksud mengeksploitir nasib orang, tapi sekedar bahan instrospeksi, agar keterpurukan tidak menimpa kita.
Temanku, dia pernah menjadi fotografer kondang, relasinya masyarakat biasa sampai pejabat terpandang .
Itu dulu, sekarang dia menjadi fotografer yang malang
Dulu
Jumlah fotografer bisa dihitung dengan jari
Persaingan terjadi tak sedahsyat hari ini
Masyarakatpun tak terlalu banyak tuntutan
Tapi harga jual foto cukup lumayan.
Sekarang
Jumlah fotografer bertebaran tak terhitung lagi
Persaingan hebat menjadi semakin tak terkendali
Masyarak semakin kritis dan banyak tuntutan
Sementara harga foto dijual banting-bantingan
fotograferpun harus punya keahlian
mengedit, koreo dan ilmu pemasaran.
Dibalik kesuksesannya saya liat basic fotografinya biasa-2 aja.
Kenapa sukses ? Mungkin saat itu dia sedang maksimal atau kondisi saat itu cukup bersahabat mungkin juga dewa fortuna sedang merapat
Kecilnya persaingan dan tantangan tentu saja memberikan kenikmatan dan kenyamanan, tapi juga bisa menjadi boomerang. Bagi mereka yang lalai akan sebuah nilai perjuangan.
Saking exisnya, ketika era digital datang dia sambut dengan sikap adem ayem bahkan sinis. merasa tanpa kamera dan olah digitalpun foto mereka masih laku.Mereka tidak sadar bahwa dibalik munculnya era digital lahirlah fotografer muda2 berbakat. Mereka hadir dengan segala kemasan yang serba memikat.Orangnya ( keren2 ), alatnya ( canggih2 ), koreonya ( up to date ), editingnya ( luar biasa) . Seakan mendepak gaya2 lama dengan tampilan yang itu2 saja. Gaya yang tak berani keluar dari pakem sehingga inovasi mandeg.
Beliau baru sadar kalo makin kesini pelanggan makin menghilang. Job dari perias tak pernah lagi datang, Bahkan harus berlapang dada saat orang 2 terdekatnya, tetangga sekitar rumahnya tak lagi pernah memakai jasanya.Hilang pelanggan hilang rejeki. Maka gancanglah ekonomi. Hari-hari terasa tak kuat mendengar jeritan anak istri.Pilu rasanya. Saat berdampingan dengan fotografer muda ingin rasanya kepalan tangan ini menonjok mukanya, mereka telah tega mendepaknya. Didekatnya merasa seakan akan dirinya adalah fotografer yang tak ada apa-apanya. . Tapi ini bukan salah mereka, ini memang salahnya sendiri
Andai saja perubahan ini dulu di antisipasi. Dengan mengupgrade apa yang mestinya perlu diperpaiki tentu nasibnya tak separah sekarang.
Kini penyesalan muncul. Kenapa saya terlambat. Beli alat sudah habis modal mau kredit takut ga bisa nyicil lagian relasi udah pada ngacir.Sisa kamera analog dan asesoris tuanya hanya bisa mengasilkan foto yang blur dan over exposure. Mencoba pinjam kamera digital temannya justru salah setting melulu. Foto kadang over kadang under yang pasti banyak blur.Maka tak heran makian konsumen sudah menjadi makanan rutin buatnya. musim panen kinipun tak ada lagi buatnya. bulan sura dan sadran sama saja
Ditingglkan relasi cukup membuat pilu hatinya. Namun ada kepiluan yang lebih menyayat hatinya.ketika orang orang yang dicintaipun meninggalkannya, putra putri sedang menginjak remaja dan istri yang selama ini setia. Semua pergi karena tak sanggup menahan goncangan periuk nasi yang terjadi selama ini.
Kini .... saat sendiri, dia kembali berjualan baju keliling, profesi awal yang dulu pernah ditekuni, sementara pada fotografi sudah tak ada harapan lagi. Good bye fotografi .....
Sumber Rubiyono fotografernet
MENJADI fotografer yang sukses
Saat saya membaca kisah fotografer sukses, saya sering bertanya kepada diri sendiri, apakah ada sifat-sifat tertentu yang dimiliki seseorang yang bisa membuat mereka menjadi sukses? Setelah berpikir beberapa minggu terakhir ini, saya merasa ada tiga sifat utama yang menentukan kesuksesan seorang fotografer.
Sebelum lanjut, saya perlu menyampaikan definisi sukses versi saya. Kesuksesan seorang fotografer bukan karena fotografernya terkenal, atau kaya, tapi bagaimana karya-karyanya mampu membuat orang banyak terinspirasi dan bahkan bisa mengubah dunia.
Sifat pertama adalah keberanian
Keberanian penting sekali dan membedakan antara foto yang biasa-biasa saja dengan foto yang luar biasa. Keberanian bukan cuma berarti keberanian mengambil foto di daerah konflik / perang, demonstrasi dan tempat-tempat yang membahayakan jiwa. Tapi juga keberanian terhadap banyak hal yang lain.
Misalnya, keberanian untuk foto dari jarak dekat. Robert Capa, seorang fotojurnalis perang mengatakan bila foto Anda kurang bagus, berarti Anda kurang dekat. Misalnya banyak fotografer pemula malu-malu (terutama foto manusia) dan hanya mengambil foto dengan telephoto zoom dari jarak jauh.
Lalu, fotografer yang sukses juga harus berani mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh fotografer lainnya, seperti mengambil sudut pandang dari berbeda, mencoba komposisi dan eksposur yang baru, dan sebagainya. Karena takut akan hasil yang buruk, maka banyak fotografer meniru teknik foto fotografer lainnya, sehingga pemirsa menjadi bosan karena telah melihat foto semacam itu berulang kali.
Bila tertarik dengan subjek manusia, maka kita juga harus berani untuk meminta ijin orang untuk difoto. Sebagian besar fotografer pemula malu-malu untuk mendekati orang yang menarik untuk difoto karena takut ditolak. Karena itu banyak kesempatan foto bagus yang terlewatkan.
Terakhir, berani untuk melawan kepercayaan konvensional tentang profesi fotografer tidak bisa kaya dan dianggap kelas bawah dibanding dengan profesi lainnya seperti dokter, pengacara, bankir dan lain lain. Untuk menjadi fotografer yang sukses, memang awalnya dibutuhkan pengorbanan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
Sifat yang kedua adalah rasa keingintahuan (curiosity)
Memiliki keberanian dalam menekuni bidang fotografi ini tidak cukup, tapi seorang fotografer sukses harus selalu dipenuhi dengan rasa ingin tahu. Misalnya selalu ingin tahu bagaimana bisa membuat hasil karya menjadi lebih baik lagi dengan membaca artikel baik di media cetak atau elektronik. Ingin mengetahui sepak terjang fotografer lainnya. Ingin mengetahui dan belajar dengan fitur-fitur baru kamera digital modern sehingga bisa memanfaatkan teknologi untuk mencetak hasil karya yang lebih baik lagi. Intinya sebagai fotografer yang sukses, kita tidak boleh ignorant (mengabaikan) perkembangan teknologi dan zaman.
Sifat yang ketiga adalah disiplin dan kegigihan
Meskipun seorang fotografer memiliki keberanian dan rasa ingin tahu yang tinggi, tapi bila tidak memiliki disiplin dan kegigihan, maka semua menjadi sia-sia. Fotografer yang berdisiplin akan memacu dirinya untuk belajar, praktek foto secara rutin, sehingga bisa mencapai kemajuan yang berarti.
Bagaimanapun hebatnya seorang fotografer dalam berteori, tanpa praktek, maka fotografer tersebut tidak akan sukses menelurkan karya-karya yang luar biasa. Dengan praktek, maka fotografer akan menemukan banyak wawasan baru yang tidak dapat dipelajari dari membaca buku atau belajar dari fotografer lain. Misalnya dengan memakai kamera dan lensa tertentu dalam waktu lama, maka seorang fotografer mengetahui benar bagaimana karakteristik kamera tersebut dan bisa mengoperasikannya dengan efektif dan efisien.
Kegigihan seorang fotografer juga penting, terutama sifat pantang menyerah. Membuat karya foto yang baik terkadang memerlukan waktu yang banyak, kadang juga ada faktor luck (untung). Fotografer perlu di tempat yang tepat untuk mengeksekusi foto yang luar biasa. Maka dari itu, jangan cepat menyerah apabila setelah berusaha sekian lama, ternyata karya foto masih kurang diapresiasi oleh teman atau khalayak ramai.
Disiplin dan kegigihan merupakan sifat pelengkap yang bila digabungkan dengan sifat-sifat diatas dapat membuat fotografer menjadi sukses.
Tanpa salah satu sifat diatas, saya sulit membayangkan bagaimana seorang fotografer bisa sukses.
by ENCHE infofotografi.com
Sabtu, 26 Januari 2013
KESALAHAN UMUM VIDEOGRAFER PEMULA ( Bukan Videografer Amatir )
TEMA UNIK FOTO Pre Wedding
Tema Unik Foto Pre Wedding
Foto pre wedding sekarang uda seperti keharusan bagi sapa aja yang akan menikah. Nggak cuma buat dipajang di undangan tapi juga buat dipajang di galeri pesta pernikahan serta menjadi kenangan pribadi pasangan tersebut. Supaya kenangan terlihat lebih indah, pasti pengen fotonya beda dari yang lainnya kan?! Anda bisa coba ide berikut ini….
HOBI DAN MINAT
Telusurilah hobi dan minat anda berdua. Misal kalo anda hobi traveling, pemotretan bisa dilakukan di tempat yang pernah dikunjungi dan yang paling berkesan. Bisa yang menyimpan kenangan khusus seperti ketika pertama kali dia melamar anda.
PROFESI ANDA DAN PASANGAN
Mengambil dari ide ini ok juga lho! Misal, jika anda berprofesi sebagai arsitek, latar dari foto dapat berupa gedung yang sedang anda bangun atau konstruksi sebuah bangunan. Dengan konsep yang matang dan pose yang unik, pasti hasilnya juga lain daripada yang lain.
KENANGAN MASA LALU
Foto pre wedding anda bisa berupa perjalanan cinta anda berdua. Kalau cinta anda berdua berawal dari 1 kampus yang sama, pemotretan bisa diambil dengan latar kampus anda, lengkap dengan anda yang berdandan seperti dulu ketika masih menyandang status mahasiswa. Anda bisa mengingat kenangan yang paling indah pada saat anda pertama kali bertemu dengan pasangan anda sebagai posenya. Dijamin seru! Tapi anda harus pede karena yang pasti untuk mendapatkan feel kampus, tentunya pemotretan dilakukan pada hari kerja dimana perkuliahan berjalan. Anda tertantang?!
TEMPAT NONGRONG FAVORIT
Banyak tempat pemotretan yang memungut biaya mahal? Jangan khawatir, itu bukan halangan untuk mendapatkan foto pre wedding yang unik. Coba ingat-ingat tempat favorit anda dan pasangan untuk makan bareng atau hanya sekedar mengobrol menghabiskan waktu. Jangan khawatir jika itu sebuah rumah makan kecil di sudut kota. Dengan kejelian sang fotografer dan ekspresi anda, sebuah foto akan terlihat bercerita.
SUASANA SEHARI-HARI
Suasana sehari-hari membuat anda bisa bergaya suka-suka. Ekspresi spontan anda dan pasangan membuat hasil foto sangat berbicara. Fotografer akan mengambil secara candid sehingga ekspresi anda akan lebih terlihat.
AREA PUBLIK
Lokasi pemotretan bisa di tempat-tempat yang tidak biasa. Misalnya di tengah padatnya lalu lintas, di dalam busway, pasar kaget malam hari, halte, jembatan penyebrangan atau bahkan di Mall. Foto dengan ide ini sangat menarik dan membutuhkan keahlian fotografer juga keberanian anda dan pasangan untuk berpose dan berekspresi di area publik.
TEMPOE DOELOE
Memperhatikan detail sangatlah penting jika anda mengambil tema ini agar keseluruhan suasana pada saat itu terasa. Nggak hanya pakaian anda dan pasangan, latar foto dan properti yang mendukung haruslah dipersiaokan dengan matang.
ADOPSI FILM FAVORIT
Seperti pre wedding dari Adjie Pangestu, diambil dari 7 film ternama. Anda dapat mengambil judul film favorit anda berdua atau film yang mempunyai kenangan tentang anda berdua. Misalnya film yang anda tonton untuk pertama kalinya. Anda dapat meminjam kostum karakter film di toko yang khusus menyewakan kostum film. Soal pose anda bisa mempelajarinya dari poster atau kembali menonton film tersebut dengan pasangan anda, sambil mengenang kembali saat indah itu.
Makin bingung dengan banyaknya pilihan tema foto pre wedding?? Tenang… Sebelum akhirnya anda memutuskan suatu tema foto sebaiknya anda harus sepakat mengenai konsep foto. Misal indoor atau outdoor. Outdoor memang lebih menarik dan banyak dipilih karena ruang gerak lebih bebas, rileks, lebih natural dan fokus foto tidak jatuh pada anda karena ada background foto. Tapi biaya dan usaha yang lebih besar juga.
Jangan lupa juga bahwa foto pre wedding itu nanti juga dipajang di pesta pernikahan anda. Untuk itu sebaiknya disesuaikan dengan dekorasi pesta sehingga tidak terjadi tumpang tindih tema pernikahan.
Anda buka tipikal yang narsis dan doyan difoto? Lebih baik pilih tema foto yang natural. Karena kekuatan foto ini terletak dari adanya interaksi yang harmonis diantara anda berdua.
Jika anda dan pasangan tidak merasa fotogenik? Tenang… Ini bisa disiasati. Berposelah senyaman mungkin. Saat pengambilan gambar anda bisa saling melempar joke dan berkomunikasi seperti biasa. Berusahalah seolah-olah hanya anda yang berada di tempat itu. Tunjukkan rasa sayang anda melalui tatapan mata dan sentuhan-sentuhan kecil. Ingatlah kenangan-kenangan indah anda ketika dulu awal kisah cinta anda yang penuh warna.
Souvenir di pesta ini merupakan sesuatu yang memainkan peran. Setelah para undangan menikmati pesta anda yang indah, tentunya souvenir yang cantik, bermanfaat dan tetap sesuai dengan tema wedding party anda merupakan suatu penutup yang manis dari seluruh perhelatan ini. Sebaiknya untuk souvenir haruslah menggambarkan sentuhan personal dari kedua keluarga pengantin.
Apapun impian pernikahan anda dapat anda wujudkan dalam konsep private wedding party ini. Yang perlu ditekankan adalah rasa kepemilikan akan wedding party ini antara anda dan pasangan serta kedua belah pihak keluarga sehingga bila terjadi perbedaan, masing-masing dapat mengesampingkan kepentingan pribadinya dan mencari jalan tengah. Semoga anda dapat mewujudkan pernikahan impian anda. http://mudahmenikah.wordpress.com
Rabu, 07 November 2012
Senin, 02 Juli 2012
Jumat, 04 Mei 2012
Sebuah Catatan
![]() |
| Add caption |
Kamera hanyalah alat. Bagus tidaknya foto lebih banyak dipengaruhi oleh faktor orangnya. Kamera bagus bukan berarti akan secara otomatis menghasilkan foto yang bagus. Demikian juga sebaliknya, kamera jelek akan otomatis menghasilkan foto yang jelek, tetap skill manusia adalah nomer satu, alat atau gear hanyalah sebagai penunjang kita dalam berkreasi ( Fotografi desain.com ).
Minggu, 18 Desember 2011
Panduan Videografer
Panduan Ringkas
Pengetahuan Dasar seorang videografer
Untuk Videografer pemula
daniel @ broadcast-magz.com
Pengetahuan Dasar seorang videografer
Persiapan
Kamera
1 Untuk mendapatkan fokus paling tajam, zoom mata subjek, fokus, dan zoom out untuk mengatur gambar.
2 Rekam setidaknya 30 detik di awal kaset baru, sebelum anda mengambil gambar..
3 Rekam saat pre-roll dan post-roll dengan 5 detik lebih dulu sebelum dan sesudah mengambil gambar.
Kamera
1 Untuk mendapatkan fokus paling tajam, zoom mata subjek, fokus, dan zoom out untuk mengatur gambar.
2 Rekam setidaknya 30 detik di awal kaset baru, sebelum anda mengambil gambar..
3 Rekam saat pre-roll dan post-roll dengan 5 detik lebih dulu sebelum dan sesudah mengambil gambar.
4 Lepaskan camcorder dengan kaset kosong dan baterai yang sudah diisi selalu.
5 Atur white balance di setiap lokasi.
6. Pastikan gambar selalu steady (jangan berlebihan melakukan zoom dan pan).
7 Gunakan tripod atau stabilisasi camcorder lainnya untuk hasil yang prima..
8 Untuk stabilitas kamera genggam: bayangkan bahwa camcorder andasecangkir sangat penuh kopi Jadi sebaiknya anda jaga dengan hati hati..
9 Periksa audio dengan headphone,untuk memastikan suara berfungsi dengan baik di camcorder anda..
10 Gunakan fokus secara manual, jika camcorder nda memiliki itu.
12 Panduan dalam mengambil gambar sebaiknya berdurasi rata-rata panjang antara 5 dan 10 detik saja.
13 Jika menggunakan camcorder genggam sebaiknya pakai wide shoot,, gambar akan terlihat lebih lebar dan tidak bergoyang. Dibadingkan memakai zoom.
14 Biasakan menyimpan data dalam log. Setiap hasil yang direkan. Selain akan memudahkan anda nantinya,juga mempersingkat waktiu
5 Atur white balance di setiap lokasi.
6. Pastikan gambar selalu steady (jangan berlebihan melakukan zoom dan pan).
7 Gunakan tripod atau stabilisasi camcorder lainnya untuk hasil yang prima..
8 Untuk stabilitas kamera genggam: bayangkan bahwa camcorder andasecangkir sangat penuh kopi Jadi sebaiknya anda jaga dengan hati hati..
9 Periksa audio dengan headphone,untuk memastikan suara berfungsi dengan baik di camcorder anda..
10 Gunakan fokus secara manual, jika camcorder nda memiliki itu.
12 Panduan dalam mengambil gambar sebaiknya berdurasi rata-rata panjang antara 5 dan 10 detik saja.
13 Jika menggunakan camcorder genggam sebaiknya pakai wide shoot,, gambar akan terlihat lebih lebar dan tidak bergoyang. Dibadingkan memakai zoom.
14 Biasakan menyimpan data dalam log. Setiap hasil yang direkan. Selain akan memudahkan anda nantinya,juga mempersingkat waktiu
komposisi
1 Hindari tiang telepon, dan objek lain yang lebih tinggi yang akan menganggu latar belakang dari kepala subjek yang akan diambil gambarnya.
2. Saat mengambil gambar di luar ruang sebaiknya konsisten menjaga matahari selalu di belakang Anda.
3. Sebainya subjek diberi ruang dan tempat tersendiri, untuk mempermudah pekerjaan.
4. Gunakan zoom untuk menyusun gambar Anda, tapi menghindari zoom ketika rekaman itu bergulir.
5 Pindahkan camcorder hanya bila diperlukan.
6 Gunakan rumus Rule of thirds sebagai patokan meletakan objek dalam gambar.( kecuali Anda memiliki alasan untuk tidak.)
7 Jangan sekalipun anda mengambil gambar miring. Sebaiknya gunakan passer (alat ukur) bisanya untuk, meja atau bangunan) Supaya hasilnya presisi.
8 Hati-hati meengambil gambar di depan jendela atau sumber terang lainnya.(kecuali anda akan membuat gambar siluet).
Shooting on the fly
1 Ketika shooting, mungkin yang terbaik adalah menangkap perilaku subjek Anda. Baik itu bahasa tubuh, atau ekspresi Ini akan memudahkan anda bermetafora melalui symbol.
2 Berhati-hatilah pada subjek berbicara pelan dan lembut anda harus lebih memperhatikan dengan baik.
Mengambil gambar dengan Naskah.
3. Sebainya subjek diberi ruang dan tempat tersendiri, untuk mempermudah pekerjaan.
4. Gunakan zoom untuk menyusun gambar Anda, tapi menghindari zoom ketika rekaman itu bergulir.
5 Pindahkan camcorder hanya bila diperlukan.
6 Gunakan rumus Rule of thirds sebagai patokan meletakan objek dalam gambar.( kecuali Anda memiliki alasan untuk tidak.)
7 Jangan sekalipun anda mengambil gambar miring. Sebaiknya gunakan passer (alat ukur) bisanya untuk, meja atau bangunan) Supaya hasilnya presisi.
8 Hati-hati meengambil gambar di depan jendela atau sumber terang lainnya.(kecuali anda akan membuat gambar siluet).
Shooting on the fly
1 Ketika shooting, mungkin yang terbaik adalah menangkap perilaku subjek Anda. Baik itu bahasa tubuh, atau ekspresi Ini akan memudahkan anda bermetafora melalui symbol.
2 Berhati-hatilah pada subjek berbicara pelan dan lembut anda harus lebih memperhatikan dengan baik.
Mengambil gambar dengan Naskah.
1 Konsultasikan storyboard dan / atau script. Lebih dahulu sebelum mengambil gambar.
2. Waktu berbicara jumlah kata yang diucapkan pada sekitar 3 kata per detik. Lebih lambat tapi lebih enak didengar.
3 Periksa selalu daya batere anda apakah mencukupi.
4 Periksa White balance selalu
5 Cek Suara
6 Cek Cahaya
7 Periksa durasi Tape
8 Cek Tripod apakah mengunci
9 Periksa code Time/date cap on / off
10 Perhatikan stabilisasi gambar pada / dari
11 Cek Zoom in / fokus / zoom out
12 Susun gambar dengan baik
13 berlatih lebih banyak
14 Referensi : Jika anda mengambil gambar, dengan langsung (perhatikan dengan tepat di monitor)
15 Shoot (rekamlah)
16 Catat dalam Log.
2. Waktu berbicara jumlah kata yang diucapkan pada sekitar 3 kata per detik. Lebih lambat tapi lebih enak didengar.
3 Periksa selalu daya batere anda apakah mencukupi.
4 Periksa White balance selalu
5 Cek Suara
6 Cek Cahaya
7 Periksa durasi Tape
8 Cek Tripod apakah mengunci
9 Periksa code Time/date cap on / off
10 Perhatikan stabilisasi gambar pada / dari
11 Cek Zoom in / fokus / zoom out
12 Susun gambar dengan baik
13 berlatih lebih banyak
14 Referensi : Jika anda mengambil gambar, dengan langsung (perhatikan dengan tepat di monitor)
15 Shoot (rekamlah)
16 Catat dalam Log.
Pengetahuan Kamera
menu kamera
1 Skin Detail: Mendeteksi gambar untuk kulit dan mengurangi detaildi daerah itu, membuat subjek `s kulit terlihat lebih lembut.
2 Zebra patern: (lihat bagian Kamera kontrol).
3 Vertikal Detail:: Sesuaikan gambar dtail keseluruhan vertikal.Sesuaikan ini untuk rendah untuk mengurangi garis bergerigi dan Kabur dari gambar Anda. Latar belakang dengan jumlah detail horisontal tinggi mungkin akan menghasilkan pola kabur.
4 Sharpness Ketajaman: Mengatur ketajaman gambar secara keseluruhan.Sebuah ketajaman rendah juga dapat membantu mengurangi garisbergerigi atau moire.
5 Spot: Meter: Mengukur jumlah cahaya di tempat yang khusus dari rata-rata seluruh gambar.
6 Record Mode: Mengatur kecepatan pita. Untuk kualitas terbaik,sebaiknya pilih SP (Short Play) daripada LP (Long Play), kecuali ada kepentingan untuk melipatgandakan waktu rekaman Anda.
6 Audio mode: Untuk Kualitas terbaik, pilih kedalaman tertinggi,dari bitratenya. Biasanya 16-bit, 48kHz .
7 Audio Level: Jika opsi manual sebaiknya gunakan saja pada setiap adegan / subyek. Karena akan banyak membantu anda.
8 Image Stabilization stabilisasi gambar ini sebaiknya digunakan terus menerus jika kamera anda menggunakan sistem optik (OIS) . Tapi jika electrinic (EIS) mungkin menggunakan hanya ketika tidak ada tripod saja..
9 Zoom Range: pada kamera mungkin ada keterbatasan jika memakai optik.Tapi tidak dengan digital,
1 Skin Detail: Mendeteksi gambar untuk kulit dan mengurangi detaildi daerah itu, membuat subjek `s kulit terlihat lebih lembut.
2 Zebra patern: (lihat bagian Kamera kontrol).
3 Vertikal Detail:: Sesuaikan gambar dtail keseluruhan vertikal.Sesuaikan ini untuk rendah untuk mengurangi garis bergerigi dan Kabur dari gambar Anda. Latar belakang dengan jumlah detail horisontal tinggi mungkin akan menghasilkan pola kabur.
4 Sharpness Ketajaman: Mengatur ketajaman gambar secara keseluruhan.Sebuah ketajaman rendah juga dapat membantu mengurangi garisbergerigi atau moire.
5 Spot: Meter: Mengukur jumlah cahaya di tempat yang khusus dari rata-rata seluruh gambar.
6 Record Mode: Mengatur kecepatan pita. Untuk kualitas terbaik,sebaiknya pilih SP (Short Play) daripada LP (Long Play), kecuali ada kepentingan untuk melipatgandakan waktu rekaman Anda.
6 Audio mode: Untuk Kualitas terbaik, pilih kedalaman tertinggi,dari bitratenya. Biasanya 16-bit, 48kHz .
7 Audio Level: Jika opsi manual sebaiknya gunakan saja pada setiap adegan / subyek. Karena akan banyak membantu anda.
8 Image Stabilization stabilisasi gambar ini sebaiknya digunakan terus menerus jika kamera anda menggunakan sistem optik (OIS) . Tapi jika electrinic (EIS) mungkin menggunakan hanya ketika tidak ada tripod saja..
9 Zoom Range: pada kamera mungkin ada keterbatasan jika memakai optik.Tapi tidak dengan digital,
Kontrol Kamera
1. Auto Fokus: Gunakan untuk tindakan yang tidak terkendali ( pada permainan sepakbola atau parade).
2. Manual fokus: Gunakan untuk situasi yang dikontrol seperti wawancara, atau program narrative atau berskenario.
3. Auto push focus: Jika anda menekan: tombol ini, secara spontan akan mengaktipkan autofocus. Tapi ketika anda mendorong. saat rilis, justru menjadi manual.
4. Exposure: pengendali yang mengontrol tingkat cahaya yang dimiliki kamera (seperti Shutter speed , f-stop, dan gain).
5 White Balance: Mengatur keseimbangan warna yang tepat.POlace benda putih di situs ditembak dan "set" tombol white balance.
6 ND Filter: Tapis yang memotong intensitas cahaya, tetapi tidak mempengaruhi warna.
7 Zebra Stripes : fitur yang menampilkan garis diagonal untuk menunjukkan area gambar mulai dari gelap ke terang. Stripes tidak muncul pada tape. Dapat diatur untuk tingkat IRE yang berbeda (yaitu 70,80,100).
8 Shutter Speed atau kecepatan rana fungsinya membatasi cahaya masuk. Makin kecepatan tinggi ( 1 / 8000) main singkat waktu dibutuhkan. Sehingga gambar terlihat lebih jelas.tetapi kecepatan lambat justru akan terlihat kabur,
9 F-stop: mengendalikan membuka iris (semakin banyak cahaya,masuk maka iris akan segera menutup namun jika rendah (kurang cahaya) maka iris akan membuka lebih lama..
2. Manual fokus: Gunakan untuk situasi yang dikontrol seperti wawancara, atau program narrative atau berskenario.
3. Auto push focus: Jika anda menekan: tombol ini, secara spontan akan mengaktipkan autofocus. Tapi ketika anda mendorong. saat rilis, justru menjadi manual.
4. Exposure: pengendali yang mengontrol tingkat cahaya yang dimiliki kamera (seperti Shutter speed , f-stop, dan gain).
5 White Balance: Mengatur keseimbangan warna yang tepat.POlace benda putih di situs ditembak dan "set" tombol white balance.
6 ND Filter: Tapis yang memotong intensitas cahaya, tetapi tidak mempengaruhi warna.
7 Zebra Stripes : fitur yang menampilkan garis diagonal untuk menunjukkan area gambar mulai dari gelap ke terang. Stripes tidak muncul pada tape. Dapat diatur untuk tingkat IRE yang berbeda (yaitu 70,80,100).
8 Shutter Speed atau kecepatan rana fungsinya membatasi cahaya masuk. Makin kecepatan tinggi ( 1 / 8000) main singkat waktu dibutuhkan. Sehingga gambar terlihat lebih jelas.tetapi kecepatan lambat justru akan terlihat kabur,
9 F-stop: mengendalikan membuka iris (semakin banyak cahaya,masuk maka iris akan segera menutup namun jika rendah (kurang cahaya) maka iris akan membuka lebih lama..
10 Gain: sebenarnya ia bertugas mencerahkan gambar dengan member kontas lebih . Gain digunakan sebaiknya setelah maxing F-stop dan Shutter speed dan biasanya akan berfungsi baik dibawah 6dB
pencahayaan
1. Ingat video tidak bisa menangani cahaya ekstrem dan kontras dengan baik. Karena itu anda harus membatasi area brightnest dan darknest pada komposisi gambar Anda.
2 monitor setup: Untuk mengendalikan cahaya dengan baik sebaiknya gunakan monitor profesional atau TV berkualitas baik.
3. Bounching Light: Untuk menciptakan cahaya memantul, Anda bisa menggunakan kartu putih atau reflektor ( dilipat cakramatau fleksibel) anda bisa mengisi atau menutupi bayangan, juga mengurangi kontras.
4 Bawa lampu tambahan (bulbs.).Selalu agar anda tidak mengalami hambatan.
5.Soft Light akan membantu mengurangi kerutan bersembunyi pada subjek anda.
6 Lampu mudah panas. Pastikan untuk membawa beberapa sarung tangan untuk menangani cahaya Anda.
7. Gold side reflector Akan melemparkan cahaya hangat sangat sesuai dengan warna kulit kita.
8 Silver Side reflector: memberikan kontras yang lebih tinggi. Jadipada sisi yang lebih gelap menggunakan reflector ini lebih baik.
9 White Side reflector lebih rendah kontras.Karena itu sangat baik untuk lebih member cahaya pada objek terang.
10 Diffusion light Biasanya akan membuat bayangan tterlihat lebih lembut Jika anda mengunakan C47s mungkin pada benda berwarna kayu akan terlihat lebih baik.
11 Double Diffusion: Berguna hanya untuk meningkatkan efeknya.
12 Jangan menempatkan lampu terang seperti jendela atau matahari di belakang subjek Anda. kecuali jika Anda ingin subjek siluet.
13 Pengukuran listrik terang biasanya diukur dengan watt(W). Anda dapat memperkirakan beban ( di sirkuit rumah tangga dengan membagi watt setara dengan lampu berkekuatan 100 Watt saja.
2 monitor setup: Untuk mengendalikan cahaya dengan baik sebaiknya gunakan monitor profesional atau TV berkualitas baik.
3. Bounching Light: Untuk menciptakan cahaya memantul, Anda bisa menggunakan kartu putih atau reflektor ( dilipat cakramatau fleksibel) anda bisa mengisi atau menutupi bayangan, juga mengurangi kontras.
4 Bawa lampu tambahan (bulbs.).Selalu agar anda tidak mengalami hambatan.
5.Soft Light akan membantu mengurangi kerutan bersembunyi pada subjek anda.
6 Lampu mudah panas. Pastikan untuk membawa beberapa sarung tangan untuk menangani cahaya Anda.
7. Gold side reflector Akan melemparkan cahaya hangat sangat sesuai dengan warna kulit kita.
8 Silver Side reflector: memberikan kontras yang lebih tinggi. Jadipada sisi yang lebih gelap menggunakan reflector ini lebih baik.
9 White Side reflector lebih rendah kontras.Karena itu sangat baik untuk lebih member cahaya pada objek terang.
10 Diffusion light Biasanya akan membuat bayangan tterlihat lebih lembut Jika anda mengunakan C47s mungkin pada benda berwarna kayu akan terlihat lebih baik.
11 Double Diffusion: Berguna hanya untuk meningkatkan efeknya.
12 Jangan menempatkan lampu terang seperti jendela atau matahari di belakang subjek Anda. kecuali jika Anda ingin subjek siluet.
13 Pengukuran listrik terang biasanya diukur dengan watt(W). Anda dapat memperkirakan beban ( di sirkuit rumah tangga dengan membagi watt setara dengan lampu berkekuatan 100 Watt saja.
14 Three point of Lighting, adalah rumus menata cahaya yang terdiri dari Key light, fill light dan back light
Audio Recording
1. Gunakan mikrofon eksternal jika Anda memiliki satu,
2.Letakkan mic dekat dengan subjek agar bisa dengan sumpurna mendapatkan suaranya.
3. Dengarkan melaui headphone saat Anda menngambil gambar selalu
4 mic genggam (handheld) yang umum digunakan dalam berita. Tapi secara khusus biasanya digunakan dalam situasi di mana andamemiliki waktu untuk mengatur mic.
5 mic lavalier memang paling ringkas, karena akan selalu berada di dekat subjek terutama saat melakukan wawancaea.
6 mic Shotgun yang besar untuk memfokuskan suara dalam area sempit, dan bekerja dengan baik pada jarak jauh.
7 Apa yang perlu Anda ketahui tentang audio . Sesungguhnya kunci utamanya adalah mendapat suara yang seimbang dan bisa mentapis fase kebisingan dan interferensi yang tidak diinginkan.
8 Level Line : untuk mendapatkan suara dengan baik umumnya 40-60 dB. lebih tinggi dari level mic.itu sendiri
9 level Line unbalanced: merupakan jarak terjauh kemampuan audio bisa seimbang. Biasanya jangkauan termoderat adalah 25 kaki,(untuk panjang kabel) selanjutnya kualitas suara akan menurun.
10 Hindari panjangnya kabel untuk meminimalkan gangguan. Dan jangan memindahkan kabel mic ketika sedang merekan.
11 Attenuators adalah alat yang berfungsi memotong sinyal line level untuk membuatnya diterima untuk tingkat mic.dan Gunakan attenuator jika camcorder mic input hanya mic level.
Penyutradaraan
2.Letakkan mic dekat dengan subjek agar bisa dengan sumpurna mendapatkan suaranya.
3. Dengarkan melaui headphone saat Anda menngambil gambar selalu
4 mic genggam (handheld) yang umum digunakan dalam berita. Tapi secara khusus biasanya digunakan dalam situasi di mana andamemiliki waktu untuk mengatur mic.
5 mic lavalier memang paling ringkas, karena akan selalu berada di dekat subjek terutama saat melakukan wawancaea.
6 mic Shotgun yang besar untuk memfokuskan suara dalam area sempit, dan bekerja dengan baik pada jarak jauh.
7 Apa yang perlu Anda ketahui tentang audio . Sesungguhnya kunci utamanya adalah mendapat suara yang seimbang dan bisa mentapis fase kebisingan dan interferensi yang tidak diinginkan.
8 Level Line : untuk mendapatkan suara dengan baik umumnya 40-60 dB. lebih tinggi dari level mic.itu sendiri
9 level Line unbalanced: merupakan jarak terjauh kemampuan audio bisa seimbang. Biasanya jangkauan termoderat adalah 25 kaki,(untuk panjang kabel) selanjutnya kualitas suara akan menurun.
10 Hindari panjangnya kabel untuk meminimalkan gangguan. Dan jangan memindahkan kabel mic ketika sedang merekan.
11 Attenuators adalah alat yang berfungsi memotong sinyal line level untuk membuatnya diterima untuk tingkat mic.dan Gunakan attenuator jika camcorder mic input hanya mic level.
Penyutradaraan
1 Persiapan Pewawancara sebaiknya intensip
2 Latih dengan atau tanpa kasey
3 Membagi adegan menjadi bagian-bagian yang lebih pendek.
4 Gunakan cue card atau promters. Jika menggunakan kartu petunjuk, menahan mereka untuk sedekat mungkin dengan lensa
5 Ambil gambar lebih dari satu sudut dari adegan yang sama. Buat sedehana saja Jangan memberitahu pelaku lebih dari yang mereka perlu tahu.
6. Berkomunikasi dengan singkat, dan berilah saran pada subjek dengan baik.
7 Jelaskan dengan menunjukkan di mana subjek Anda harus mencari (ke kamera atau pewawancara. Saat dilakukan pengambilan gambar.
8 Jangan biarkan semua detail persiapan produksi video pada subjectAnda.
2 Latih dengan atau tanpa kasey
3 Membagi adegan menjadi bagian-bagian yang lebih pendek.
4 Gunakan cue card atau promters. Jika menggunakan kartu petunjuk, menahan mereka untuk sedekat mungkin dengan lensa
5 Ambil gambar lebih dari satu sudut dari adegan yang sama. Buat sedehana saja Jangan memberitahu pelaku lebih dari yang mereka perlu tahu.
6. Berkomunikasi dengan singkat, dan berilah saran pada subjek dengan baik.
7 Jelaskan dengan menunjukkan di mana subjek Anda harus mencari (ke kamera atau pewawancara. Saat dilakukan pengambilan gambar.
8 Jangan biarkan semua detail persiapan produksi video pada subjectAnda.
9 Cobalah untuk mengatur pencahayaan dan pengaturan set property dengan baik dan harus selesai sebelum mereka tiba di set. Menjaga lingkungan jangan mengintimidasi dan selalu bersahabat.
Cek List Lokasi
1. Pilih lokasi yang cocok untuk cerita Anda hasilkan.
2 Cari tempat pada waktu yang tepat. perhatikan pencahayaan di lokasi yang dapat berubah.
3 Mengamati cahaya dengan seksama, di eksterior dan interior,akan membantu anda menyelesaikan dengan baik
4 Periksa tingkat cahaya dengan merekam gambar beberapa detik dengan camcorder anda.
5 Periksa pasokan listrik Apakah ada tempat untuk plug-in pengisi daya baterai
6 Perhatikan juga kondisi suara di sekitarnya dan bayangkan kalau lokasi itu seperti bandara yang bising. Tentu akan mengurangi kualitas suara nantinya.
3 Mengamati cahaya dengan seksama, di eksterior dan interior,akan membantu anda menyelesaikan dengan baik
4 Periksa tingkat cahaya dengan merekam gambar beberapa detik dengan camcorder anda.
5 Periksa pasokan listrik Apakah ada tempat untuk plug-in pengisi daya baterai
6 Perhatikan juga kondisi suara di sekitarnya dan bayangkan kalau lokasi itu seperti bandara yang bising. Tentu akan mengurangi kualitas suara nantinya.
7 Cuaca, Periksa unsur-unsur (matahari, hujan, angin, panas, dingin) dan amati juga ramalan.
8 Pastikan bahwa ada ruang yang cukup bagi Anda untuk mengatur semua peralatan Anda.
9 Pastikan perijinan mulai ijin keamanan dan izin hukum lainnya untuk menggunakan lokasi tertentu.
10 Evaluasi daerah tersebut. Apakah ponsel bisa berfungsi, apakah untuk menuju kesana tidak terlalu jauh dan lainnya.
11 Mencatat dengan rinci bila perlu potret atau shot dengan video
8 Pastikan bahwa ada ruang yang cukup bagi Anda untuk mengatur semua peralatan Anda.
9 Pastikan perijinan mulai ijin keamanan dan izin hukum lainnya untuk menggunakan lokasi tertentu.
10 Evaluasi daerah tersebut. Apakah ponsel bisa berfungsi, apakah untuk menuju kesana tidak terlalu jauh dan lainnya.
11 Mencatat dengan rinci bila perlu potret atau shot dengan video
12 Catatan waktu, hari, kualitas cahaya, suara di udara, dan hal-halyang Anda rasakan.
List Perangkat:
1 camcorder
2 charged batteries
3 Ac power Supply
4 Battery Charger
5 Tape stock
6 Lens Cap
7 Cables
8 Lens Cleaning cloth
9 White balance card
10 Field Monitor
11 Script
12 Tripod
13 Tripod camera plate
14 Lens filter
15 rain cover
16 Gaffers tape
17 Black Wrap
18 alluminium foil
19 Headphone
20 Microphone
21 Microphone batteries
22 Adapter
23 Wireless transmitter
24 Wireless reciever
25 Light Kit
26 Extention cord
27 3 prong power adapter
28 Gels
29 diffusion lamp
30 Extra lamp
31 power strips
32 Stands
33 Sand bags
34 Reflector
35 Heat resistant gloves
36 Clothes pins/C47s
Note:
Materi ini sudah digunakan saat penyegaran di TV C (TV lokal Cianjur)
Note:
Materi ini sudah digunakan saat penyegaran di TV C (TV lokal Cianjur)
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)